Thursday, December 1, 2022
Home Edukasi Serba-Serbi Obrolan Pornografi yang Harus Dibahas

Serba-Serbi Obrolan Pornografi yang Harus Dibahas

Labuhanpos.com—Obrolan pornografi makin menjadi bahasan yang berkurang daya tabunya, obrolannya semakin ramai dan seru(*bagi beberapa kalangan) untuk diperbincangkan. Beberapa bulan lalu buktinya, jagad sosial media dihebohkan oleh video syur yang diperankan oleh salah satu artis papan atas nasional dengan inisial GA. Video aslinya pun mudah ditemukan di salah satu media sosial, menjadi trending topic di Twitter.

Meski tabu dan tergolong tak pantas untuk dikonsumsi hingga diblokir di berbagai negara, namun nyatanya industri porno menjadi salah satu hiburan yang paling dikenal masyarakat dunia.

Baca Juga : Kekerasan Seksual Kepada Anak Terjadi Sebanyak 4.833 Kasus per 18 Agustus 2020

Selain menjadi konsumsi publik, industri panas ini memiliki fakta yang membuktikan bahwa bisnis ini perkembangan sangat pesat.

Ini bukan pertama kalinya video syur disebarkan tanpa izin pemilik. Kasus serupa ini pernah juga menyeret salah satu vokalis band dengan jumlah penggemar yang cukup tinggi di tanah air saat itu. Video yang tersebar ini menyebabkan mereka yang disebar videonya (korban) terlibat hukum secara sosial, dibawa ke kepolisian hingga pemberlakuan pasal pornografi.

Terlepas dari persoalan dosa atau moral, permasalahan utama yang sangat berdampak namun jarang dibicarakan sebenarnya adalah dampaknya terhadap anak-anak dan perempuan.

Permasalahan yang sebenarnya disorot adalah penyebaran konten privat tanpa persetujuan. Terjadinya hal ini dilatarbelakangi berbagai motif, umumnya karena motif balas dendam.

Pornografi Internet

Menurut Remotivi, ada dua permasalahan besar terkait pornografi internet, yaitu revenge porn dan underage porn.

Pertama, isu content atau izin. Penyebarluasan ini yang menjadi masalah ketika tanpa izin si pemilik video. Hal ini disebut revenge porn. Revenge porn adalah konten-konten mengandung muatan seksual yang disebarluaskan tanpa izin pemilik. Penyebaran video ini dipraktikkan oleh pelaku dengan mengancam korban jikalau ia macam-macam maka videonya akan dibagikan ke khalayak ramai. Biasanya dilakukan oleh pasangan abusive, sebagai taktik intimidasi untuk memanipulasi pasangannya.

Serba-Serbi Obrolan Pornografi yang Harus Dibahas
source image : canva.com

Sejak masa pandemi, kasus kekerasan seksual meroket. Dilansir dari eSafety Commisioner Australia, kasus revenge porn naik 210% dan menanjak ke 600% di minggu paskah.

Seringkali para korban revenge porn tidak bisa berbuat apa-apa karena masyarakat sendiri justru cenderung menyalahkan korban, sedangkan yang harusnya menjadi sorotan adalah si pelaku penyebaran.

Kedua, underage porn atau mesum di bawah umur. Di genre ini, menampilkan adegan dimana hubungan seks dilakukan dengan anak kecil. Memang ada yang diperankan oleh pemeran dewasa yang berakting sebagai anak kecil, namun yang diperankan oleh anak kecil juga tersedia, ini yang menjadi hal miris.

Anak-anak ini biasanya adalah korban perdagangan manusia. Salah satu contoh kasus adalah kasus Rose Kalemba yang sempat ramai di awal tahun lalu. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI menyatakan, per 18 Agustus 2020 jumlah Kekerasan Seksual kepada Anak terjadi Sebanyak 4.833 Kasus.

Kedua hal tersebut memang tabu dan menjadi persoalan pelik tersendiri di beberapa negara terlebih lagi Indonesia. Namun untuk negara yang kebijakannya melegalkan industri porno seperti Kanada, Jepang, Amerika Serikat justru menapaki permasalahan lain, seperti misrepresentasi.

Misrepresentasi inilah yang dapat mengaburkan banyak batas entah dalam hubungan profesional maupun sampai batas hubungan keluarga, dan lebih parah lagi adalah ketika video tersebut menampilkan kekerasan, yang menjadi masalah adalah adegan tersebut seringkali menampilkan penolakan perempuan sebagai sebuah persetujuan.

Industri Pornografi

Pada akhirnya, industri porno berusaha memuaskan beragam selera dan fantasi seks apapun, mulai dari softcore hingga ekstrem sekalipun. Kadang adegan yang dipertontonkan diluar nalar namun penikmatnya pasti selalu ada, entah dengan akses gratis ataupun berbayar.

Masalah selanjutnya pun datang dari para pemeran, ketika ada gelombang aktor atau aktris porn yang bersuara. Seringkali ketika ada kasus yang coba diangkat hal tersebut (masalah yang diangkat) dianggap sebagai sebuah konsekuensi yang wajar.

Padahal, seringkali mereka juga terjebak masuk ke dalam lingkaran ekspoitasi industri yang berusaha memuaskan beragam penikmatnya melalui genre-genre yang tidak jarang ekstrem.

Hal-hal ini menjadi dilematis tersendiri, jika para pemeran profesional kesulitan menghadapi eksploitasi ini sehingga membuat mereka bersuara. Bagaimana dengan mereka yang menjadi korban revenge porn, yang dimana mereka tidak pernah setuju aktivitas seksnya direkam ataupun disebarluaskan. Dan tentunya perlu ada edukasi tersendiri dalam melihat kasus ini dari perspektif korban.[]

Official Kontributorhttps://labuhanpos.com
Hallo! Perkenalkan saya penulis utama di labuhanpos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Baca Juga

Argentina Menang Telak 2-0, Polandia Turut Masuk 16 Besar

Labuhanpos.com - Kemenangan Telak Timnas Argentina 2-0, Polandia turut serta melaju ke Babak 16 besar Piala Dunia 2022 pada Kamis (1/12/2022) dini...

Pemkab Labuhanbatu Rencanakan Pembangunan Desa Inovatif Swasembada Pangan

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu merencanakan pembangunan kawasan Desa inovatif yang diimplementasikan dengan model Desa berinovasi Swasembada Pangan. Sesuai dengan rencana...

Kaban Bappeda Labuhanbatu Tinjau Persiapan Penangkaran Benih Padi Varietas Ngaos Mawar

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Kaban Bappeda Kabupaten Labuhanbatu Hobol Z Rangkuti meninjau persiapan penangkaran benih padi Varietas Ngaos mawar di Desa Sei Rakyat...

Memperingati HKN ke-58, Dinkes Gelar Kompetisi Olahraga & Seni Dalam Liga Puskesmas

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Labuhanbatu menggelar Kompetisi Olahraga dan Seni Antar...