Thursday, December 1, 2022
Home Berita Pakkat Bakar, Teman Berbuka Puasa di Labuhanbatu

Pakkat Bakar, Teman Berbuka Puasa di Labuhanbatu

Info Labuhanbatu—Makanan sudah tentu jadi pilihan utama yang diburu menjelang buka puasa. Tentu, akan terasa bosan ketika pilihan kudapan yang menjadi teman berbuka puasa itu-itu saja, apalagi jika punya kesempatan bertandang ke Labuhanbatu. Harus banget kamu nyobain makanan satu ini.

Di Labuhanbatu sendiri, ada satu makanan khas yang hanya dapat dijumpai saat bulan Ramadhan saja. Pakkat Bakar, begitulah namanya. Namanya memiliki arti pucuk rotan/rotan muda. Pakkat bakar tentunya punya rasa yang unik, dan tenang saja teksturnya tidak keras seperti rotan yang kamu bayangkan kok. Penting buat kamu tahu, Pakkat memiliki rasa yang pahit dan kelat dengan tekstur lentur dan lembut.

Pakkat amat terasa enak jika dicocol bersama bumbu lengkapnya yang terdiri dari campuran bawang merah, bawang putih, jahe, cabai rawit dan serutan kayu balakka.

Baca Juga : Kenalan Yuk! Dengan 5 Fakta Unik Kota Rantau Prapat

Pakkat sendiri hanya dapat dijumpai di bulan Ramadhan. Hal tersebut terjadi dikarenakan langkanya bahan utamanya, yaitu pucuk rotan yang dikarenakan perluasan wilayah perkebunan dan pemukiman. Dengan kelangkaan yang menjadi-jadi ini pula harganya pun melambung tinggi.

Pada zaman dahulu, rotan muda ini merupakan makanan raja-raja di Sumatera Utara. Sekarang, pakkat sering dijadikan lalapan dan juga bumbu pelengkap masakan.

Menjelang bulan ramadhan yang tinggal menghitung beberapa minggu lagi, yang mana menandakan akan ramainya bermunculan para penjual rotan muda bakar di sepanjang jalan Labuhanbatu, terutama di Rantau Prapat. Jangan sampai kelewatan mencicipi makanan unik satu ini ya.

Baca Juga : Ulame, Oleh-oleh Dodol Dari Labuhanbatu Selatan

Untuk Harga, makanan khas Labuhanbatu ini dibanderol dengan harga Rp 4000-5000 per batang, dengan panjang sekitar 40 cm.

Cara Memasak Pakkat

Pakkat dimasak dengan cara tradisional yang pastinya unik. Pertama-tama, rotan muda dipisahkan terlebih dahulu dari kulitnya, lalu dipotong bagian yang mengandung bagian keras, lalu dibakar dengan api besar hingga mendapatkan tekstur yang pas. Untuk mendapatkan tekstur yang pas yaitu lembut dan lentur, rotan muda harus dibakar kurang lebih selama 4 jam.

Official Kontributorhttps://labuhanpos.com
Hallo! Perkenalkan saya penulis utama di labuhanpos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Baca Juga

Argentina Menang Telak 2-0, Polandia Turut Masuk 16 Besar

Labuhanpos.com - Kemenangan Telak Timnas Argentina 2-0, Polandia turut serta melaju ke Babak 16 besar Piala Dunia 2022 pada Kamis (1/12/2022) dini...

Pemkab Labuhanbatu Rencanakan Pembangunan Desa Inovatif Swasembada Pangan

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu merencanakan pembangunan kawasan Desa inovatif yang diimplementasikan dengan model Desa berinovasi Swasembada Pangan. Sesuai dengan rencana...

Kaban Bappeda Labuhanbatu Tinjau Persiapan Penangkaran Benih Padi Varietas Ngaos Mawar

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Kaban Bappeda Kabupaten Labuhanbatu Hobol Z Rangkuti meninjau persiapan penangkaran benih padi Varietas Ngaos mawar di Desa Sei Rakyat...

Memperingati HKN ke-58, Dinkes Gelar Kompetisi Olahraga & Seni Dalam Liga Puskesmas

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Labuhanbatu menggelar Kompetisi Olahraga dan Seni Antar...