Thursday, December 1, 2022
Home Berita PLH Bupati Labuhanbatu Pimpin Penjemputan Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Pasca...

PLH Bupati Labuhanbatu Pimpin Penjemputan Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Pasca Operasi

Berita Labuhanbatu—Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Anak dari pasangan Supono (32) dan Nur Rahmawati (26) asal Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara sudah bisa dibawa pulang ke kampung halamannya usai pasca operasi pemisahan di rumah sakit umum pusat Adam Malik Medan pada tanggal 20 Januari lalu.

Adam dan Aris adalah dua bayi kembar siam yang lahir pada tanggal 9 Desember 2019 lalu. Mereka lahir melalui operasi sesar dengan berat 2.640 gram dan panjang 39 Cm, sekitar pukul 10.15 WIB. Berat badan yang rendah ini, ditambah kondisi kembar siam dempet perut mengharuskan keduanya menjalani perawatan intensif.

Proses kepulangan Adam dan Aris dijemput langsung dari RSUP Adam Malik oleh PLH Bupati Labuhanbatu Ir.Muhammad Yusuf Siagian, MMA, didampingi Asisten I pemerintahan kabupaten labuhanbatu Drs.Sarimpunan Ritonga, Mpd, Kadis Kesehatan H.Kamal Ilham, SKM,MKes, Kadis Kominfo Rajid Yuliawan,S.Kom, Kabag Protokoler Prandi A,Nasution, Dirud RSUD rantauprapat Dr.Syafil, M , Harahap, dan beberapa tenaga medis.

Bayi Kembar Siam Labuhanbatu
Adam dan Aris digendong oleh kedua orangtuanya. Sumber Gambar : Arsip Labuhanpos

Adam dan Aris bocah berusia satu tahun lebih ini diperbolehkan pulang setelah dokter RSU Adam Malik menyatakan keduanya dalam keadaan sehat, dan ini diperkuat oleh kunjungan gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi pada beberapa hari lalu.

Baca Juga : Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir Menurun di Labuhanbatu

Sebelum acara penyerahan pihak RSUP Adam Malik ke Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, Ir.Muhammad Yusuf Siagian, MMA, mengatakan sangat mengapresiasi kegigihan yang membuahkan hasil menyelamatkan nyawa bayi kembar siam warga Labuhanbatu ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu saya ucapkan terimakasih kepada RSUP Adam Malik dan tim dokter yang turut melakukan operasi pemisahan, semoga Adam dan Aris sekembalinya ke kampung halamannya tetap dalam keadaan sehat selalu, dan kelak menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Sebagai pemerintah kami akan tanggung jawab atas kondisi kesehatan bayi ini selama masa perawatan,” ujar PLH Bupati Labuhanbatu.

Disisi lain, Prof.dr. Guslihan Dastjipta, SP, A, ketua Tim operasi pemisahan mengatakan, kedua bayi tersebut dalam kondisi yang stabil kesehatannya,

“kondisinya tidak meragukan lagi, dan bisa dibawah pulang,” ujarnya.

Sementara itu, Dirut RSUP H.Adam Malik dr, Zainal Safri, Sp.PD, KKV.SpJP. (K). menyebutkan, selama satu tahun lebih Adam dan Aris berada di RSUP Adam Malik dan baru dilakukan pemisahan pada 20 Januari 2021, ini dikarenakan tim melihat dan memeriksa sisi paling kecil resiko jika dilakukan operasi terlebih dahulu.

“Alhamdulillah hari ini atas jerih payah tim yang melibatkan lebih kurang dari 70 tenaga medis berhasil memisahkan Adam dan Aris yang telah terasa seperti keluarga disini, bahkan Adam dan Aris sudah memiliki Atok disini”, ucap Zainal.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu H.Kamal Ilham, SKM, MKes, menyampaikan rasa suka citanya atas keberhasilan Tim RSUP Adam Malik yang telah berhasil melakukan pemisahan Adam dan Aris.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan kita selaku warga Labuhanbatu atas keberhasilan RSUP Adam Malik, kita akan berikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk kedua anak ini, saya akan perintahkan petugas kesehatan untuk memeriksanya seminggu empat kali, agar kondisi anak itu benar-benar baik” ucap Kamal.

Supono, orang tua Adam dan Aris mengucapkan perasaan sangat berterima kasihnya kepada pihak RSUP Adam Malik dan Pemkab Labuhanbatu yang telah memberikan perhatian penuh kepada kedua anaknya, “InshaAllah kami akan sekuat tenaga merawat dan membesarkan anak kami, semoga kedepannya mereka mengingat jasa Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.” ujarnya.

Penyebab Bayi Kembar Siam

Dilansir dari alodokter, Kembar siam terjadi saat pembelahan janin kembar monozigot (satu sel telur) terlambat dan akhirnya membuat tidak selesai secara sempurna. Proses pembelahan ini biasanya terjadi pada 8 hingga 12 hari setelah sel telur bertemu sperma.

Jika terlambat dan melebihi jangka waktu ini, pembelahan cenderung terhenti sebelum proses selesai dengan sempurna. Akibatnya bayi kembar akan terlahir menempel satu sama lain.

Official Kontributorhttps://labuhanpos.com
Hallo! Perkenalkan saya penulis utama di labuhanpos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Baca Juga

Argentina Menang Telak 2-0, Polandia Turut Masuk 16 Besar

Labuhanpos.com - Kemenangan Telak Timnas Argentina 2-0, Polandia turut serta melaju ke Babak 16 besar Piala Dunia 2022 pada Kamis (1/12/2022) dini...

Pemkab Labuhanbatu Rencanakan Pembangunan Desa Inovatif Swasembada Pangan

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu merencanakan pembangunan kawasan Desa inovatif yang diimplementasikan dengan model Desa berinovasi Swasembada Pangan. Sesuai dengan rencana...

Kaban Bappeda Labuhanbatu Tinjau Persiapan Penangkaran Benih Padi Varietas Ngaos Mawar

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Kaban Bappeda Kabupaten Labuhanbatu Hobol Z Rangkuti meninjau persiapan penangkaran benih padi Varietas Ngaos mawar di Desa Sei Rakyat...

Memperingati HKN ke-58, Dinkes Gelar Kompetisi Olahraga & Seni Dalam Liga Puskesmas

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Labuhanbatu menggelar Kompetisi Olahraga dan Seni Antar...