Thursday, December 1, 2022
Home Berita Kasus Timbunan Sampah di Lahan Sawit Labuhanbatu Berujung Dibawa Ke Ranah Hukum

Kasus Timbunan Sampah di Lahan Sawit Labuhanbatu Berujung Dibawa Ke Ranah Hukum

Berita Labuhanbatu—Tak terima, Hasnan (80) warga Rantauprapat, menemui pihak media, memohon bantuan untuk membantu penyelesaian timbunan sampah di tanah kebun miliknya. Diketahui, sampah tersebut merupakan sampah dari TPA Perlayuan Kelurahan Aek Paing dengan luas sebaran sampah seluas 2.600 M3 atau 6,5 Rante.

Terkait hal ini, Hasnan sendiri sebenarnya sudah melayangkan surat ke Bupati Labuhanbatu pada tanggal 22 Desember 2020 kemarin. Dalam surat itu besar harapannya supaya Pemkab Labuhanbatu membuat paret pembatas antara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Perlayuan dengan kebun sawit miliknya sehingga kebun sawitnya terselamatkan dari timbunan sampah dan air limbah sampah.

timbunan sampah
Lahan Sawit Hasnan (Gambar : Arsip Labuhanpos)

“Saya sudah berbaik hati membantu Pemkab Labuhanbatu mengikhlaskan tanah kebun saya seluas 6,5 Rante itu dengan syarat buatkan paret pembatas antara TPA dengan kebun saya, tetapi hingga saat ini tidak ada tanggapan dan penyelesaian terkait masalah ini.” Ungkapnya.

Baca Juga : https://labuhanpos.com/awas-buang-sampah-sembarangan-kena-denda/

Keluhannya pun sebenarnya sudah disampaikan pula ke berbagai pihak, seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu, walaupun harus berakhir dengan tangan kosong. Namun, upayanya tidak berhenti sampai disitu saja, akhirnya pak Hasnan menemui kepala bidang yang mengurus bagian sampah di Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu, yaitu Pak Supardi Sitohang. Dari pertemuan tersebut pun akhirnya disepakatilah untuk melanjutkan prosesnya di TKP.

“ke bawa suratnya besok kita ketemu dilapangan dan kita ukur bersama katanya.” Tegas Supardi.

Setelah dilakukan pengukuran bersama dengan konsultan ukur tanah, diperoleh hasil ukur dengan luas 2.600M3 atau 6,5 Rante tanah tertimbun sampah.

Mengetahui hal tersebut, saat itu pihak Dinas pun berjanji akan segera memproses ini dan membuat paret pembatas.

“Nanti saat alat berat kerja di TPA Tahun 2021 kita buat paret pembatas itu dan kita buat berita acara serah terima tanah supaya kedepan tidak muncul masalah.” Ucapnya.

Namun kendala datang kembali, dimana pembuatan paret itu tertunda wewenang kerja. Dimana Pak Tohang selaku Kabid Persampahan tidak memiliki wewenang, sehingga semua tugas dan fungsi dialihkan ke Kadis, termasuk pengelolaan sewa alat berat yang ada di TPA saat ini.

Secara pribadi Tohang sendiri ingin segera menyelesaikan pembuatan paret tersebut, namun apa boleh buat terkendala wewenang.

“Kalau saya yang kelola alat berat itu sudah selesai itu paretnya kita buat,” Jawabnya saat ditemui kembali.

Hasnan pun menyampaikan kekecewaannya,

“Entah yang mana mereka semua yang benar kita tak taulah, yang perlu sama saya, segera dibuatkan paret pembatas itu,” harap Hasnan.

“Kita patuh-patuh ajanya kepada Pemerintah tapi janganlah suara kami tidak didengarkan. Suka Pemilu saja baru suara kami perlu, itu ngak bagus begitu,” katanya.

Harapannya lagi, DPRD Labuhanbatu bisa turun menolong untuk segera menyelesaikan masalah tanah kebun yang tertimbun sampah TPA itu.

Ketika pihak media mengkonfirmasi hal ini ke Kepala Bidang Persampahan DLH Labuhanbatu, pihak dinas pun membenarkan bahwa tanah kebun sawit milik Hasnan tertimbun sampah TPA seluas 6,5 Rante dan jika dibuatkan paret pembatas antara TPA dengan Kebun Pak Hasnan selesai masalah.

Namun saat ditanya mengenai pembuatannya, beliau mengarahkan untuk langsung menanyakan ke Pak Kadis.

“Hal bagaimana membuat paret pembatas itu, langsung saja konfirmasi ke Pak Kadis, karena beliau yang langsung pesan alat berat exavator itu dan diperintahkannya bekerja selama 10 hari” ucapnya saat dimintai keterangan.

Melihat tidak seriusnya penanganan dan tidak ada niat baik dari pihak Pemkab Labuhanbatu akan peristiwa ini, keluarga besar Hasnan akan membawa permasalahan ini ke proses hukum, karena telah dirugikan secara materil.

Dampak Timbunan Sampah

Dikutip dari situs mongabay, sampah tidak hanya merusak kelestarian lingkungan, namun juga mengganggu kesehatan masyarakat. Masih dari sumber yang sama, Dosen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember, Anita Dewi Moelyaningrum, S.KM., M.Kes., mengatakan bahwa jika sampah organik tidak terkelola, selain menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu estetika, juga menjadi media perkembangbiakan vektor dan hewan pengerat.

“Dampak langsungnya menurunkan kualitas lingkungan. Ini dapat menimbulkan efek pada biota maupun kesehatan manusia,” kata Anita.

Baca Juga : https://labuhanpos.com/angka-kematian-ibu-dan-bayi-menurun-di-labuhanbatu/

Official Kontributorhttps://labuhanpos.com
Hallo! Perkenalkan saya penulis utama di labuhanpos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Baca Juga

Argentina Menang Telak 2-0, Polandia Turut Masuk 16 Besar

Labuhanpos.com - Kemenangan Telak Timnas Argentina 2-0, Polandia turut serta melaju ke Babak 16 besar Piala Dunia 2022 pada Kamis (1/12/2022) dini...

Pemkab Labuhanbatu Rencanakan Pembangunan Desa Inovatif Swasembada Pangan

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu merencanakan pembangunan kawasan Desa inovatif yang diimplementasikan dengan model Desa berinovasi Swasembada Pangan. Sesuai dengan rencana...

Kaban Bappeda Labuhanbatu Tinjau Persiapan Penangkaran Benih Padi Varietas Ngaos Mawar

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Kaban Bappeda Kabupaten Labuhanbatu Hobol Z Rangkuti meninjau persiapan penangkaran benih padi Varietas Ngaos mawar di Desa Sei Rakyat...

Memperingati HKN ke-58, Dinkes Gelar Kompetisi Olahraga & Seni Dalam Liga Puskesmas

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Labuhanbatu menggelar Kompetisi Olahraga dan Seni Antar...