Monday, November 28, 2022
Home News Hadapi Krisis Populasi, Jepang Dukung AI Pencari Jodoh

Hadapi Krisis Populasi, Jepang Dukung AI Pencari Jodoh

Pemerintah Jepang berusaha menekan angka lajang yang terus meningkat di negaranya. Hal ini disebabkan terjadinya pergeseran budaya di negeri matahari terbit ini. Pergeseran ini mendorong degradasi populasi kaum muda di Jepang, jika satu dekade sebelumnya mereka akan merasa malu terlihat sendirian di tempat umum, namun kini justru hal sebaliknya yang terjadi.

Mereka lebih nyaman untuk melajang, hidup sendirian. Kebiasaan ini sukses menurunkan angka kelahiran di Jepang. Pada 2019, hanya ada 864 ribu kelahiran di seluruh Jepang, terjadi penurunan angka sebanyak 54 ribu dibanding tahun sebelumnya.

Jika tidak diantisipasi hal ini dapat berimbas pada krisis kelahiran bayi yang merupakan generasi penerus mereka. Dimana angka kelahiran yang terus menurun akan membuat Jepang hanya akan tersisa kurang dari 100 juta populasi penduduk. Tentunya hal ini akan menjadi ancaman serius bagi banyak sektor di negeri yang terkenal dengan para samurainya ini. Di saat banyak negara di Asia Tenggara di dominasi kaum muda, Jepang malah sedang menuju kekurangan kaum mudanya.

Di Indonesia sendiri, ada 4 hingga 5 juta kelahiran setiap tahunnya. Dengan jumlah penduduk 270,20 juta jiwa (Hasil SP2020) dan didominasi oleh usia produktif (15-64 tahun) sebesar 70,72%. Sangat jauh jika dibandingkan dengan kondisi jepang yang mengalami penuaan populasi yang sangat signifikan.

Melansir dari The Japan Times, persentase penduduk negeri sakura berusia di atas 65 tahun sebanyak 20%, yang merupakan proporsi tertinggi di dunia. Dilansir pula dari Diplomat, ada 2 faktor utama yang menjadikan Jepang mengalami penuaan populasi. Pertama, meningkatnya proporsi lansia dalam total populasi. Dan kedua, pertumbuhan populasi yang lebih lambat akibat menurunnya angka kelahiran.

Langkah Pemerintah Jepang

Menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang didesain untuk mendapatkan jodoh bagi para kaum jomblo, PM Yoshihude Suga anggarkan dana pengembangan hingga 2 miliar yen (sekitar Rp 271 miliar).

Sistem ini akan menganalisis data yang dikumpulkan dari para jomblo untuk menemukan jodoh mereka.

Sistem tersebut akan berjalan bersama para biro jodoh yang ada di Jepang. Melalui data yang dikumpulkan lewat biro jodoh sistem AI akan melakukan analisis lebih lanjut. Banyak variabel data yang akan menjadi pertimbangan sistem AI ini untuk mencari jodoh yang tepat. Yah, semacam “Take Me Out” tapi bedanya sistem mak comblangnya dilakukan oleh sistem kecerdasan buatan.

Official Kontributorhttps://labuhanpos.com
Hallo! Perkenalkan saya penulis utama di labuhanpos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Baca Juga

Pemkab Labuhanbatu Rencanakan Pembangunan Desa Inovatif Swasembada Pangan

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu merencanakan pembangunan kawasan Desa inovatif yang diimplementasikan dengan model Desa berinovasi Swasembada Pangan. Sesuai dengan rencana...

Kaban Bappeda Labuhanbatu Tinjau Persiapan Penangkaran Benih Padi Varietas Ngaos Mawar

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Kaban Bappeda Kabupaten Labuhanbatu Hobol Z Rangkuti meninjau persiapan penangkaran benih padi Varietas Ngaos mawar di Desa Sei Rakyat...

Memperingati HKN ke-58, Dinkes Gelar Kompetisi Olahraga & Seni Dalam Liga Puskesmas

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Labuhanbatu menggelar Kompetisi Olahraga dan Seni Antar...

Dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu Gelar Konsultasi Publik Revisi RT/RW Tahun 2015-2035

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Asisten ll Ikramsyah menyampaikan perkembangan yang begitu pesat pada setiap sektor pembangunan yang menimbulkan berbagai masalah pembangunan akibat tekanan...