Friday, December 2, 2022
Home News 12 Demonstran Gugur, Korban Demo Penolakan Kudeta Myanmar Terus Bertambah

12 Demonstran Gugur, Korban Demo Penolakan Kudeta Myanmar Terus Bertambah

Berita Labuhanpos–-Demo penolakan kudeta Myanmar terus digencarkan dari elemen masyarakat, dan hingga saat ini terus memakan korban. Hal tersebut terjadi pasca digulingkannya pemerintahan de facto Myanmar yang dipimpin Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint yang terpilih pada 1 Februari kemarin. Dilansir dari Reuters, Jumat (12/3/2021), delapan orang demonstran di Kota Myaing harus meregang nyawa.

Delapan orang yang tersebut meninggal saat para aparat keamanan melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa. Pelepasan tembakan tersebut diklaim sebagai tindakan untuk membubarkan massa.

Selain itu, di Kota Yangon, empat demonstran ikut menyusul para korban jiwa yang telah gugur lebih dulu.

Hingga saat ini korban tewas dalam demo di Myanmar ini sudah mencapai 70 orang. Sedangkan, jumlah demonstran yang ditahan aparat diperkirakan sudah mencapai 2.000 orang.

Baca Juga : Tanggapan Pemeintah Atas Gugatan Tommy Soeharto

Lain daripada itu, militer Myanmar tidak memberikan respons apapun mengenai korban yang meninggal dalam unjuk rasa kemarin. Dalam pernyataan mereka, perintah penggunaan senjata oleh para prajurit dan opsir di lapangan hanya diperbolehkan jika dalam keadaan terpaksa.

Tuduhan Baru Terhadap Aung San Suu Kyi

Pemerintah junta militer Myanmar menuduh mantan Penasihat Negara, Aung San Suu Kyi, justru menerima suap sebelum dikudeta. Dalam keterangan Juru Bicara junta militer Myanmar, Brigjen. Zam Min Tun, menyatakan Suu Kyi telah menerima suap sebesar US$600 ribu atau sekitar Rp 8.6 miliar.

“Dia (Thein) menyampaikan hal itu. Kami sudah melakukan verifikasi faktual berkali-kali. Saat ini komisi anti-korupsi tengan menyelidiki dugaan itu,” ungkap Zam Min Tun, dikutip dari Reuters.

Terpisah, saat ini Suu Kyi dijerat dengan dua pasal perkara, yaitu kepemlikan dan impor walkie-talkie ilegar serta melanggar UU Penanggulangan Bencana.

Alasan Terjadinya Kudeta Myanmar

Pengkudetaan bersenjata yang dipimpin Jenderal Min Aung Hilaing terjadi pada 1 Februari lalu. Kudeta tersebut terjadi atas tuduhan kemenangan curang oleh partai National League for Democracy (NLD) dalam pemilihan umum.

Ditambah dengan, pihaknya sedang mengupayakan untuk menjaga amanat Undang-Undang Dasar 2008 dan sengketa hasil pemilihan umum.

Menanggapi tuduhan tersebut, Komisi Pemilihan Umum Myanmar membantah tuduhan Aung Hilaing.

Sedangkan Aung Hilaing sendiri menyatakan akan menggelar pemilihan umum yang jujur dan bebas usai status masa darurat nasional yang ditetapkan selama satu tahun ini dinyatakan berakhir.

Respons demonstrasi dari masyarakat sendiri merupakan wujud kemarahan terhadap demokrasi yang dicoreng oleh pihak militer.

Official Kontributorhttps://labuhanpos.com
Hallo! Perkenalkan saya penulis utama di labuhanpos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Baca Juga

Argentina Menang Telak 2-0, Polandia Turut Masuk 16 Besar

Labuhanpos.com - Kemenangan Telak Timnas Argentina 2-0, Polandia turut serta melaju ke Babak 16 besar Piala Dunia 2022 pada Kamis (1/12/2022) dini...

Pemkab Labuhanbatu Rencanakan Pembangunan Desa Inovatif Swasembada Pangan

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu merencanakan pembangunan kawasan Desa inovatif yang diimplementasikan dengan model Desa berinovasi Swasembada Pangan. Sesuai dengan rencana...

Kaban Bappeda Labuhanbatu Tinjau Persiapan Penangkaran Benih Padi Varietas Ngaos Mawar

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Kaban Bappeda Kabupaten Labuhanbatu Hobol Z Rangkuti meninjau persiapan penangkaran benih padi Varietas Ngaos mawar di Desa Sei Rakyat...

Memperingati HKN ke-58, Dinkes Gelar Kompetisi Olahraga & Seni Dalam Liga Puskesmas

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Labuhanbatu menggelar Kompetisi Olahraga dan Seni Antar...