Friday, November 25, 2022
Home News Rakyat vs Militer, Inilah 5 Fakta Kudeta Myanmar

Rakyat vs Militer, Inilah 5 Fakta Kudeta Myanmar

Berita Labuhanpos—Pasca terjadinya kudeta Myanmar oleh pihak militer, sikap represif dari pemerintahan junta militer kepada sipil yang berdemonstransi belum juga menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Berbagai kecaman dari berbagai komunitas Internasional pun tak mendapat respons yang sepadan. Tindakan inkonstitusional dan represif yang diinisiasi oleh Panglima Angkatan Darat Jenderal Min Aung Hlaing bersama pihak militer hingga saat ini masih menimbulkan huru-hara.

Baca Juga : 12 Demonstran Gugur, Korban Demo Penolakan Kudeta Myanmar Terus Bertambah

Berbagai pertanyaan pun tentunya hadir mengenai kudeta Myanmar ini yang sudah memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Berikut kami rangkum lima fakta soal kudeta Myanmar, yang dihimpun dari berbagai sumber.

Laman Facebook militer Myanmar dihapus

Pada 2 minggu lalu, tepatnya 21 Februari 2021, dikutip dari Reuters, pihak Facebook telah men-take down akun resmi militer Myanmar (Tatmadaw) di platform mereka. Alasan penghapusan tersebut adalah karena akun tersebut telah melakukan tindakan yang melanggar standar pedoman komunitas Facebook, yaitu penghasutan.

“Sejalan dengan kebijakan global, kami telah menghapus Halaman Tim Informasi Berita Sejati Tatmadaw dari Facebook karena pelanggaran berulang terhadap Standar Komunitas kami yang melarang hasutan kekerasan dan mengoordinasikan tindakan merugikan,” Ungkap salah satu perwakilan Facebook, dilaporkan oleh Reuters.

Terpantau hingga saat ini akun tersebut masih belum bisa diakses.

Demonstrasi dari Elemen Masyarakat Myanmar

Rakyat yang geram dengan tindakan yang dinilai tidak terpuji itu melangsungkan demonstrasi. Hingga saat ini korban masih terus berjatuhan dari kalangan sipil yang ikut dalam demo, serta ribuan massa lainnya ditahan oleh pihak militer.

Simbol Perlawanan Salam 3 Jari

Salam tiga jari menjadi simbol perlawanan rakyat Myanmar hari ini sekaligus wujud solidaritas terhadap gerakan demokrasi di Asia Tenggara yang mengecam kediktatoran militer Myanmar.

Sebagaimana diketahui salam tersebut diadopsi dari salah satu science fiction terkenal, yaitu The Hunger Games. Dalam seri The Hunger Games salam itu menunjukkan solidaritas para pemberontak yang memperjuangkan kebebasan mereka dari tangan tirani.

Salam tersebut diinisiasi oleh Petugas medis yang lalu disusul oleh para pengunjuk rasa.

Alasan Penangkapan

Pihak militer yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing mengungkapkan bahwa tindakan penangkapan tersebut didasarkan atas hasil pemilihan umum (pemilu) pada November 2020 kemarin yang dimenangkan oleh Partai Liga Nasional Demokrasi (NLD) Suu Kyi, mengandung kecurangan.

Walaupun sudah dibantah oleh pihak penyelenggara pemilihan umum, bahwa tidak adanya kecurangan, pihak militer bersikeras akan melaksanakan pemilihan umum ulang usai masa darurat nasional dihentikan.

Respons Dunia Internasional Terhadap Kudeta Myanmar

Kecaman hadir dari berbagai komunitas Internasional maupun negara-negara di dunia, seperti Amerika Serikat, Australia, dan Singapura. Menanggapi penangkapan yang terjadi, Wakil Direktur Region untuk Kampanye Amnesty International, Ming Yu Hah, mengatakan,

“Penangkapan Aung San Suu Kyi, pejabat senior dan tokoh politik lainnya sangat mengkhawatirkan. Kecuali mereka yang ditahan dapat dituntut melakukan tindak pidana yang diakui menurut hukum internasional, mereka harus segera dibebaskan,” ungkapnya, dikutip dari beberapa sumber.

Baca Juga : Polemik Demokrat KLB vs Demokrat AHY

Selain itu, Menteri Luar Negeri Australia Marisa Payne meminta agar pihak militer Myanmar bertindak sesuai hukum yang berlaku. Masih senada dengan pernyataan pihak Australia, Kementrian Luar Negeri Singapuran menyatakan sikap prihatinya terkait ketegangan politik yang terjadi, serta meminta pihak-pihak terkait untuk menahan diri dan mengutamakan proses dialog.

Official Kontributorhttps://labuhanpos.com
Hallo! Perkenalkan saya penulis utama di labuhanpos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Baca Juga

Pemkab Labuhanbatu Rencanakan Pembangunan Desa Inovatif Swasembada Pangan

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu merencanakan pembangunan kawasan Desa inovatif yang diimplementasikan dengan model Desa berinovasi Swasembada Pangan. Sesuai dengan rencana...

Kaban Bappeda Labuhanbatu Tinjau Persiapan Penangkaran Benih Padi Varietas Ngaos Mawar

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Kaban Bappeda Kabupaten Labuhanbatu Hobol Z Rangkuti meninjau persiapan penangkaran benih padi Varietas Ngaos mawar di Desa Sei Rakyat...

Memperingati HKN ke-58, Dinkes Gelar Kompetisi Olahraga & Seni Dalam Liga Puskesmas

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Labuhanbatu menggelar Kompetisi Olahraga dan Seni Antar...

Dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu Gelar Konsultasi Publik Revisi RT/RW Tahun 2015-2035

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Asisten ll Ikramsyah menyampaikan perkembangan yang begitu pesat pada setiap sektor pembangunan yang menimbulkan berbagai masalah pembangunan akibat tekanan...