Wednesday, January 25, 2023
Home Opini Hari Batik Nasional dan Bagaimana Batik Kini Dikenal Dunia

Hari Batik Nasional dan Bagaimana Batik Kini Dikenal Dunia

Labuhanpos— Sepanjang tahun nya, hari Batik Nasional jatuh pada setiap 2 Oktober, biasanya perayaan ini ditandai dengan instansi pemerintahan atau swasta mewajibkan pegawainya untuk memakai baju batik. Lantas Pertanyaannya, bagaimana sejarah penetapan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional?

Ini bermula ketika 2 Oktober 2009 atau tepatnya 11 tahun yang lalu, batik ditetapkan sebagai daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) oleh UNESCO dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada sidang UNESCO di Abu Dhabi, Qatar.

Penetapan itu merupakan untuk ketiga kalinya bagi Indonesia setelah keris dan wayang yang terlebih dahulu masuk daftar ICH UNESCO.

Pada naskah yang disampaikan ke UNESCO, dikutip langsung dari laman resmi Kemendikbud, batik diartikan sebagai teknik menghias yang mengandung nilai, makna, dan simbol atas budaya. Tetapi dari 76 seni dan budaya warisan dunia yang diakui UNESCO, Indonesia hanya menyumbangkan satu, sedangkan China 21 dan Jepang 13 warisan.

Sebagai Warisan Budaya asli Indonesia Proses penetapan batik pun terbilang cepat karena Indonesia mengajukannya ke UNESCO pada September 2008.

Pada Januari 2009, UNESCO menerima pendaftaran tersebut secara resmi dan dilakukan pengujian tertutup di Paris pada Mei di tahun yang sama. Dari lima domain penilaian, batik memenuhi tiga domain, yaitu tradisi dan ekspresi lisan, kebiasaan sosial dan adat istiadat masyarakat ritus, perayaan-perayaan, serta kemahiran kerajinan tradisional.

Bagaimana sejarah batik?

Soal sejarah, eksistensi batik telah ada sejak lama di Nusantara. Walaupun kata “batik” berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik pertama di Jawa sendiri tidaklah tercatat di buku-buku. Menurut sejarawan GP Rouffer, teknik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilanka pada abad ke-6 atau ke-7. Awalnya, batik merupakan kesenian gambar di atas kain yang dikhususkan untuk pakaian keluarga kerajaan.

Sementara itu, Iwan Tirta dalam bukunya “A Play of Light and Shades” mengatakan, cikal bakal batik berdasarkan bentuknya mulanya lebih sederhana dari sekarang. Dan menurut Iwan kain simbut dari Banten merupakan salah satu contoh batik paling awal yang pernah ada di sejarah Nusantara. Kain tersebut dibuat dengan menggunakan bubur nasi sebagai perintang warnanya. Teknik serupa juga digunakan dalam pembuatan kain ma’a di kawasan Toraja. Dengan temuan itu, para ahli menduga bahwa batik berasal dari wilayah Toraja karena wilayahnya yang terisolasi di daerah pegunungan.

Bagaimana menurut Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Baca Juga

294 PPS Mengambil Sumpah Jabatan

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Sebanyak 294 Panitia Pemungutan Suara (PPS) pemilihan umum tahun 2024 dari 98 desa/kelurahan se-Kabupaten Labuhanbatu mengambil sumpah jabatan untuk...

Bupati Ajak Para Kepling Mengelola Sampah Dengan Baik

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah, pembatasan dan pengurangan sampah. Bupati Labuhanbatu...

Car Free Day Kembali di Gelar Usai Natal dan Tahun Baru

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Dalam rangka mendorong program Bupati Labuhanbatu dr.H.Erik Adtrada Ritonga,M.K.M yakni mewujudkan Masyarakat Sehat, Bugar dan Gembira. Car Free Day...

39 Kepala Desa Terpilih Dilantik Bupati Labuhanbatu

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Dengan hasil perhitungan suara pada pemungutan suara pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten labuhanbatu Tahun 2022 pada tanggal 2...