Friday, November 25, 2022
Home Technology Fintech Usai jajal E-Commerce, Tiktok Mulai Masuki Bisnis Fintech

Usai jajal E-Commerce, Tiktok Mulai Masuki Bisnis Fintech

Setelah sebelumnya, developer aplikasi Tiktok ByteDance merambah pasar e-commerce pada tahun 2019 lalu, akhirnya mereka masuk menjadi salah satu pemain fintech dengan meluncurkan layanan Douyin Pay. Fintech baru mereka ini dimaksudkan untuk menyempurnakan fitur e-commerce yang sudah ada di Tiktok. Langkah ini merupakan langkah serupa yang pernah dilakukan perusahaan besar seperti Alibaba dan Facebook.

“Douyin Pay akan melengkapi opsi pembayaran utama yang sudah ada, dan pada akhirnya akan meningkatkan pengalaman pengguna Douyin,” ungkap pihak ByteDance kepada pihak Reuters, Selasa (19/1/2021).

Sebelumnya, pengguna Tiktok di Tiongkok hanya bisa melakukan transaksi lewat pembayaran melalui Alipay milik Alibaba atau WeChat Pay milik Tencent. Namun, setelah perilisan Douyin Pay di negeri Zhuge Liang ini akhirnya konsumen dapat merasakan menggunakan pembayaran official milik ByteDance. Perilisan Douyin Pay sendiri diawali langkah ByteDance mengakuisisi Hezong Yibao yang setahun lalu. Hezong Yibeo sendiri sudah memiliki lisensi untuk melakukan pembayaran pihak ketiga dari Bank Sentral China sejak tahun 2014.

Dalam pasar fintech Tiongkok sendiri, Alipay masih memegang puncak posisi. Berdasarkan riset Analysys, layanan Alipay menguasai 54% pangsa pasar. Sedangkan WeChat Pay sebagai pesaing berikutnya menguasai 39% pangsa pasar. Apakah Douyin Pay akan mampu menyusul kesuksesan pendahulunya? kita tunggu bersama-sama.

Kapitalisasi pasar gabungan perusahaan digital di Tiongkok mencapai hampir US$ 2 triliun atau sekitar Rp 28.126 triliun. Bahkan, cukup hanya Alibaba dan Tencet nilai kapitalisasi pasar mampu melampaui bank milik negara, seperti Bank of China. Dikarenakan hal ini pula Beijing memperbarui aturan antimonopoli pada tahun lalu. Melalui regulasi baru ini, Beijing meningkatkan pengawasan terhadap raksasa teknologi. Regulasi yang mengandung kekhawatiran pihak otoritas yang membuatnya, mengingat para raksasa teknologi di Tiongkok terus menguat, sehingga mempersulit korporasi lain berkembang.

Baca artikel Fintech lain di Labuhanpos disini!

Official Kontributorhttps://labuhanpos.com
Hallo! Perkenalkan saya penulis utama di labuhanpos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Baca Juga

Pemkab Labuhanbatu Rencanakan Pembangunan Desa Inovatif Swasembada Pangan

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu merencanakan pembangunan kawasan Desa inovatif yang diimplementasikan dengan model Desa berinovasi Swasembada Pangan. Sesuai dengan rencana...

Kaban Bappeda Labuhanbatu Tinjau Persiapan Penangkaran Benih Padi Varietas Ngaos Mawar

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Kaban Bappeda Kabupaten Labuhanbatu Hobol Z Rangkuti meninjau persiapan penangkaran benih padi Varietas Ngaos mawar di Desa Sei Rakyat...

Memperingati HKN ke-58, Dinkes Gelar Kompetisi Olahraga & Seni Dalam Liga Puskesmas

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Labuhanbatu menggelar Kompetisi Olahraga dan Seni Antar...

Dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu Gelar Konsultasi Publik Revisi RT/RW Tahun 2015-2035

Labuhanpos.com, Labuhanbatu - Asisten ll Ikramsyah menyampaikan perkembangan yang begitu pesat pada setiap sektor pembangunan yang menimbulkan berbagai masalah pembangunan akibat tekanan...